Me and Eliza

Aku kenal eliza saat dia kelas 3 SMP, waktu itu dia main drama natal. I crush on her … tapi ma adkku dikasih tau klo dia pengen jadi suster biara. Setelah pemberitahuan itu aku memutuskan untuk tidak menjadi batu sandungan bagi dia.

Ketemu kedua saat camping rohani, aku jadi pendamping dan dia jadi peserta. hati gak karuan lagi … GOD forgive me that I fall in love with her …. Saat itu aku udah punya pacar .

Ketemu ketiga saat malam tuguran, God … she’s the only one in my heart …. abis itu aku memutuskan untuk mendekati dia … apapun yang terjadi. Saat itu ada satu cewek gereja yang crush on me … I know that … but I love my Eliza.

Nyatain cinta saat aku semester 3 di Widya Gama dan semester 1 di Brawijaya. Aku bilang ke dia, aku gak peduli kamu anggap aku apa, yang jelas aku sayang sama dia … dan apapun yang aku lakukan untuk dia .. adalah untuk menaklukkan hatinya. Dia gak kasih jawaban … and I still stand beside her to support her.

Saat dia mendekati kelulusan, aku doa novena Hati Kudus Yesus selama sebulan penuh … berdoa pada Tuhan,

“Tuhan Allah pelindungku, kau tau aku sangat mencintai Eliza … meski aku tau dia calon mempelaimu. Ampuni aku karena berani mencintainya. Apabila dia memang kauciptakan untukku, kumohon ya Tuhan, jadikan dia pacarku. Dan aku berjanji akan menjadikan dia istriku. Aku akan menjaganya, melindunginya, dan berusaha sekuat tenaga untuk membuat dia bahagia ….. Apapun rintangan dan halangan di depanku akan aku jalani dengan ketulusan, aku percaya kau telah berikan aku kekuatan dan aku tidak akan meminta apapun karena aku yakin kau akan menyediakan segala sesuatu pada waktunya.
Kalau dia bukan untukku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengubah hati ini ya Tuhan, akan kuberikan kasihku kepada setiap orang yang memerlukan uluran tanganku. Tuhan ampuni aku karena kelemahan hatiku.”

Tuhan berkehendak untuk menjadikan dia istriku. Dia menerimaku jadi pacarnya saat dia bekerja di Panti Rapih. Kami saling jauh namun aku percaya Tuhan akan memelihara kasih kami. Tetapi ada hambatan terbesar dalam hidup kami, Orang Tua dia tidak setuju … sampai saat terakhir kami mau menikah .

Satu hari saat hubungan kami berjalan satu tahun dia mengirim surat padaku, dia minta putus. Aku terdiam …. seharian aku gak keluar kost. Aku tahu aku salah karena jarang ngapelin dia, cuman suratku yang ngapelin dia … dari teman dia aku tahu kalo dia jalan sama cowok lain. She make me fall apart … aku bales suratnya dengan kalimat … kalau kamu punya pacar lagi gak papa, tapi kumohon kamu terus terang sama aku … karena gak baik cewek punya pacar lebih dari satu. Dan aku gak ingin kamu dicap sebagai cewek yang gak baik karena punya pacar lebih dari satu.

Tiga bulan kemudian, saat aku telpon ke kost dia … dia curhat, masalah pacar dia yang kasar dan lain sebagainya … intinya dia pengen ketemu aku dan dia pengen kita jalan lagi seperti dulu … aku bilang ke dia … kalau kamu serius, datang aja ke malang. Kita omongin semuanya baek-baek. Dia ambil cuti dan pergi ke malang. Kita ngobrol … then I kiss her for the first time …

Ada kabar gembira, dia mau dikasih bea siswa buat kuliah Farmasi di Ubaya, Eliza mau ke Surabaya. kami bisa sering ketemu. Akhirnya aku bisa tiap minggu ketemu ma dia … tiap minggu ngapelin dia. Dua tahun kami jalani itu dengan gembira …. dia jadi asisten dosen dan dapet honor yang lumayan. Tapi badai datang lagi … mantan pacar di yogya nyusul ke surabaya dan jadi karyawan salah satu bank. Then she change again …. sering aku gak boleh ngapelin dia … Saat aku sengaja dateng ke kost karena aku tau mantan cowoknya di jogja pas ngapel ke rumah dia … dia gak mau nemuin aku . Dia malu punya pacar aku …

Pas kami bersitegang karena Eliza  yang janji ke bapak dan ibu buat ikut liburan ke selecta namun ternyata tidak datang tanpa alasan … aku minta dia ke malang untuk bicara karena aku lagi ujian jadi gak bisa ninggalin malang. Malem itu dia ada lomba paduan suara di SMA Dempo. Dia minta aku jemput dia di Dempo …. saat aku jemput dia gak mau ikut aku. Akhirnya aku malem itu ngikutin mobil rombongan buat ke surabaya gak pake jaket … jam 12 malam. Aku ajak ke malang tetep gak mau, akhirnya aku jam 3 pagi balik ke malang naek motor pinjeman. Jam 8 pagi balik lagi ke Surabaya buat nyelesain semuanya. Untung aja hari itu gak ada jadwal ujian. Di Surabaya dia cerita ke aku, dia naksir instruktur paduan suaranya. Dia mutusin buat putus ma aku, gak ngelanjutin pdkt ma instruktur paduan suara, gak mau berhubungan ma mantan cowoknya yang kerja di Bank biar adil. Aku cuman nanya ke dia … ketulusanku kau samakan dengan mereka …. maafku dulu kau samakan dengan perlakuan mereka … itukah rasa adil di hatimu ? Akhirnya aku pulang dengan hati yang panas … penuh dendam … dan keinginan buat menghancurkan masa depan Eliza … God forgive me !

Setahun kemudian aku tenggelam dalam dua kegiatan yang saling bertentangan. Aku aktif di gereja, di ormas, dan aku rajin mabuk-mabukan. Jujur saja perlakuan Eliza padaku mengubah seluruh hatiku, saat itu Tuhan mengirim seorang penghibur bagiku, namanya Uut, Maria Goretti Pasutri … she’s like an angel to me. Dia mengajak aku ke kegiatan gereja .. dan jujur aja aku mulai jatuh hati sama dia, aku tidak tahu harus bagaimana …. aku sudah janji padaMu ya Tuhan, bahwa aku akan menjadikan Eliza istriku.

Ada satu lagi satu gadis yang menyentuh hatiku, dia cuman seorang SPG baju di satu mall. dia tlaten banget sama aku. Aku ceritain semuanya tentang aku, tentang janjiku sama Tuhan, tentang Eliza. Hari itu dia menangis buat aku, dia bilang … seandainya aku gadis itu, aku akan melakukan apapun buat kamu mas … GOD …. aku benar-benar terharu sama dia, karena aku tahu betul dia gadis yang baik. Kami sudah seperti pacar, saat dia dipindah ke kota lain. Hatiku kosong … saat itu aku benar-benar kecewa dan marah sama Tuhan. Haruskah aku menerima semua ini ya Tuhanku ?

Then I became an evil, Uut tetep jadi teman yang baik … she’s like a guardian angel to me … aku masih ingat saat ngantar Uut ke Biara carmel, ada satu pastor yang bilang aku pengikut setan . Si Uut yang emosi, aku sih nyante aja … emang pengikut setan .

Saat aku diminta buat melatih silat di SMP Cor Jesu, aku menemukan Tuhan dalam hatiku. Disitu aku bertemu dengan anak-anak yang tersesat dan memerlukan bimbinganku untuk kembali. Aku seolah mendengar Tuhan berbicara kepadaku, ini saatnya aku berbagi kepahitan yang kualami dan mengajak mereka untuk mendengar kasih Allah dalam setiap penderitaan yang mereka alami. So be it, setelah itu aku asyik bergumul dengan anak-anak bermasalah, dengan orang-orang yang mengalami penderitaan dan kesakitan. Aku coba mendengar mereka dengan mata hatiku dan mencoba menunjukkan setitik terang bagi mereka dengan membagikan pengalaman pahit dalam hidupku. Hatiku mulai merasakan sentuhan Tuhan yang aku abaikan selama ini. Uut masih ada dalam setiap jalanku.

Aku ditawari kerja di Surabaya, hari pertama aku berangkat dari malang ke surabaya, naek bis kota … ketemu dengan Eliza di bis kota…. ternyata tempat kerjaku dekat dengan kost dia. Ada rasa rindu … tapi aku tahan, I know she’s not mine … dia kasih nomor telpon kost, aku cuman berani call sekali-sekali … Seminggu sekali aku ke malang. masih sering ketemu teman-teman.
Akhirnya aku mulai maen ke kostnya Eliza. Tanpa sepatah kata yang menyatakan klo kami pacaran, kami kembali pacaran dengan sendirinya. Saat itulah aku mulai bertimbang, aku tanya ke dia tentang kesiapan dia menghadapi semua tantangan yang ada. Dia bilang siap.

Babak selanjutnya kami mulai bekerja keras, sebulan kemudian aku keluar dari kerja dan mulai usaha sendiri. Aku sering bantu dia secara finansial. Dia wisuda tanpa aku hadir di acara wisudanya karena kami gak mau merusak suasana … akhirnya aku mengalah.
Saat dia mulai kuliah profesi apoteker, dia bilang mo nyambi kerja di apotik malemnya, aku bilang gak usahlah … sebulan kamu perlu berapa sih ? aku akan coba support … dan itulah yang terjadi. Kami jarang bertemu tapi kami sudah saling percaya, hingga mantan cowok dia mulai mengganggu lagi … namun sekarang eliza lebih tegas dan kami berhasil menyingkirkan satu halangan. Setelah dia selesai kuliah profesi apotekernya, yang wisudanya aku juga gak bisa hadir buat ikut merasakan kebahagiaan dia.

Dia kembali ke Yogya dan aku pulang ke magetan. di magetan aku berwiraswasta. Hasilnya lumayan, jauh lebih besar daripada aku kerja di surabaya. Namun calon mertuaku tidak melihat wiraswasta sebagai satu pekerjaan yang memiliki prospek. itu yang membuat dia berkeras untuk tidak menerima aku sebagai menantu.

Akhirnya kami memutuskan untuk menikah dan aku mencoba meyakinkan mertua untuk merestui pernikahan kami, sebagai bukti aku berenti berwiraswasta dan mulai mengajar di satu lembaga pendidikan dengan gaji 1/5 incomeku waktu berwiraswasta.
Aku habiskan semua duit yang ada buat membiayai sebagian keperluan pernikahan kami. Akhirnya kami bisa menikah dan dikaruniai 2 cowok mungil yang lucu …Raphael Swastika Dewa dan Michael Sebastian Abimanyu.

One Response to “Me and Eliza”

  1. xcrbd Says:

    Good site!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: