Razia tabloid esek-esek, perlu gak sih ?

Nonton berita di TV beberapa hari ini sangat memprihatinkan, mengapa ? bayangin aja ada razia di kios-kios surat kabar dan majalah untuk menangkap agen yang menjual tabloid esek-esek yang mereka jual. Dosakah yang mereka kerjakan ? sucikah yang menerbitkannya ?🙂 daripada repot-repot razia ke kios-kios majalah, bukankah lebih efektif kalau penerbit tabloid dan majalah yang ditegur dan dikenai sanksi ? para pedagang koran dan tabloid hanyalah titik akhir dari mata rantai “pornografi”. Mereka bukan “provokator” melainkan orang yang berusaha keras memenuhi kebutuhan hidup yang semakin berat dengan jalan yang cepat. Alangkah capeknya pak polisi melakukan razia dari satu kios ke kios yang lain, dari satu wilayah ke wilayah yang lain, alangkah besar effort yang harus dikeluarkan untuk menyita beberapa ribu eksemplar tabloid dan majalah yang beredar di pasar, bukankah lebih efektif jika pak polisi mendatangi penerbit dan percetakannya untuk kemudian menyita file dan master film tabloid esek-esek tadi. Saat beban ekonomi begitu berat bagi masyarakat marjinal, alangkah tidak bijaknya membuat keadaan semakin sulit bagi para pedagang tabloid dan majalah. Karena saat di kios mereka terdapat tabloid “berbau pornografi” yang sebenarnya sudah beredar agak lama, para pedagang tabloid ini harus mengeluarkan biaya ekstra untuk keluar dari masalah yang mereka hadapi.

Ada pertanyaan mendasar yang selama ini menggelitik nalarku, benarkah tabloid dan majalah ini illegal ? kalau illegal, kenapa ada yang sempat terbit hingga belasan edisi ? Ataukah tabloid-tabloid ini legal tetapi menyalahi ketentuan terbit ? kalau memang demikian adanya, mengapa pemerintah tidak mengambil tindakan ? Berdasarkan dua analogi tadi, aku berkesimpulan bahwa tabloid-tabloid tersebut sangat susah dijerat oleh hukum yang ada saat ini (CMIIW karena aku gak begitu paham hukum) namun karena banyaknya keluhan tentang peredaran “tabloid esek-esek” ini hingga pak menkominfo dibantu jajaran kepolisian perlu merazia kios tabloid dan majalah karena sulit menghentikan penerbitan tabloid ini secara legal formal akhirnya dilakukan razia untuk menghentikan peredarannya di tingkat pengecer dan agen. Kalau memang demikian maksudnya, bukankan lebih mudah menghentikan proses distribusi di tingkat distributor wilayah ?😛 ah apa aku yang terlalu bodo hingga gak bisa menangkap maksud pak mentri dan pak polisi yah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: